PONTIANAK, ZONARILIS.COM – Suasana di Novotel Gajah Mada, Pontianak, bergetar saat Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta (OSO), memberikan arahan dalam Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas), Minggu (3/5/2026). Di hadapan 525 legislator DPRD asal Partai Hanura dari seluruh penjuru negeri, OSO melontarkan pesan keras...
PONTIANAK, ZONARILIS.COM – Suasana di Novotel Gajah Mada, Pontianak, bergetar saat Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta (OSO), memberikan arahan dalam Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas), Minggu (3/5/2026). Di hadapan 525 legislator DPRD asal Partai Hanura dari seluruh penjuru negeri, OSO melontarkan pesan keras yang diibaratkan sebagai “Auman Singa” dari tanah Kalimantan.Dalam acara yang berlangsung sejak 1 Mei 2026 tersebut, OSO memberikan peringatan tegas agar para kadernya segera bangkit dan membuktikan kerja nyata di tengah masyarakat.
Membuka arahannya, OSO secara terbuka menyinggung pandangan sebelah mata publik terhadap partai akibat kinerja kader yang dinilai kurang maksimal di lapangan. Baginya, satu-satunya cara membungkam kritik adalah dengan keberanian bertindak (action).
”Saya tidak mau saudara dihina, saya juga tidak mau partai saya dihina. Kalau saudara tidak berani bertindak, saudara hanya akan menjadi bahan ejekan publik. Jangan biarkan rakyat bertanya, ‘DPR apa itu?’, apalagi saat saudara membawa nama Hanura,” tegas OSO dengan nada bicara menggelegar.
Menanggapi instruksi keras Ketum OSO, Wasekjend DPP Partai Hanura, Hanurani, menegaskan bahwa Bimteknas kali ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan momentum transformasi besar bagi partai.
”Pesan ‘Auman Singa’ dari Ketum OSO adalah mandat bagi kami di jajaran pengurus pusat untuk memastikan setiap legislator tidak hanya bekerja, tapi memberikan dampak signifikan. Kami akan melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja 525 legislator ini agar selaras dengan kebutuhan rakyat di daerah masing-masing,” ujar Hanurani di sela-sela kegiatan.
Hanurani menambahkan bahwa DPP Hanura kini tengah memperkuat sistem pengawasan internal agar setiap kebijakan yang diperjuangkan kader di daerah benar-benar mencerminkan hati nurani rakyat.
Lebih lanjut, OSO memberikan peringatan keras agar para anggota dewan tidak menderita “penyakit lupa” setelah duduk di kursi jabatan. Ia mengingatkan bahwa rakyat kini semakin cerdas dan terus mengawasi setiap langkah para wakilnya.
”Kursi yang diduduki saat ini adalah amanah. Jangan melupakan rakyat. Mereka akan mengikuti pemimpin yang berani membela mereka,” jelas OSO.
Hanurani mengamini hal tersebut dengan menekankan bahwa loyalitas kader akan diukur dari kedekatan mereka dengan konstituen. “Seperti kata Ketum, suara kita harus lebih didengar karena kualitas pembelaan kita terhadap rakyat, bukan sekadar jumlah kursi,” tambahnya.
Menutup pidato yang membakar semangat tersebut, OSO mengajak seluruh legislator untuk membulatkan tekad memperjuangkan kepentingan daerah masing-masing secara totalitas. Ia meyakini 525 legislator yang hadir di Pontianak adalah motor penggerak masa depan partai.
”Saya percaya saudara semua. Saudara adalah orang-orang terpilih dan harus siap berjuang ke depan!” pungkas OSO yang disambut riuh tepuk tangan peserta.
Sumber Berita
Tag Berita