Partai yang baik membuat rakyat merasakan negara sebagai pelindung. Sebaliknya, partai yang buruk membuat negara terasa membebani rakyat.
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra menegaskan kualitas kader dalam menjalankan amanah publik menjadi faktor penentu kekuatan partai politik.Hal itu disampaikan Yusril pada kegiatan Bimteknas anggota DPRD Fraksi Hanura se-Indonesia di Novotel Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (2/5/2026).
“Partai yang kuat bukan hanya yang menang Pemilu, tetapi yang kadernya mampu menghadirkan pemerintahan yang taat hukum, berpihak kepada rakyat, dan menghasilkan regulasi yang tidak menyulitkan masyarakat,” kata Yusril.
Yusril menilai wajah negara di hadapan rakyat terdapat pada kader yang duduk sebagai anggota DPRD. Ia mencontohkan fungsi DPRD yang terlibat dalam pembentukan peraturan daerah.
“Ketika kita berbicara tentang peraturan daerah, kita sedang berbicara tentang wajah paling konkret negara. Rakyat berhadapan langsung dengan aturan soal perizinan usaha, tata ruang, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik,” ujar Yusril.
Menurut eks Ketua Umum PBB itu, kualitas regulasi daerah akan menentukan persepsi masyarakat terhadap negara.
Partai politik, lanjutnya, memiliki tanggung jawab untuk memastikan regulasi daerah memberikan perlindungan terhadap warganya.
“Partai yang baik membuat rakyat merasakan negara sebagai pelindung. Sebaliknya, partai yang buruk membuat negara terasa membebani rakyat,” tegas Yusril.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Sumber Berita
Tag Berita