Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menyoroti persoalan pembagian hasil sumber daya alam (SDA) antara pemerintah pusat dan daerah.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella mengatakan, Kalimantan Timur menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi besar.Namun kekayaan tersebut harus memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah penghasil.
Sehingga, persoalan pembagian keuangan daerah menjadi salah satu keluhan yang cukup banyak ditemui partainya selama melakukan konsolidasi nasional di berbagai daerah.
"Selama dalam perjalanan kita konsolidasi ini, kita menerima banyak keluhan tentang kondisi daerah yang tidak seperti dulu atau seperti tidak adil dalam soal pembagian keuangan daerah. Kemudian transfer daerah juga macet-macet," tuturnya saat ditemui TribunKaltim.co dalam kegiatan Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force Partai Hanura di Platinum Hotel Balikpapan, Sabtu (21/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat daerah yang memiliki potensi SDA besar belum tentu memiliki keleluasaan yang cukup untuk mengembangkan wilayahnya.
Sehingga, kata dia, Partai Hanura membawa gagasan agar daerah mendapatkan porsi yang lebih besar dari kekayaan yang berasal dari wilayahnya sendiri.
Sebab, Patrice menilai, ketergantungan daerah terhadap "kucuran" dari pemerintah pusat perlu diubah.
Ia mengatakan, apabila kekayaan suatu daerah diambil untuk kepentingan nasional, maka daerah seharusnya mendapatkan porsi yang lebih besar dibandingkan saat ini.
Jangan sampai misalnya hari ini kekayaan satu daerah diambil. Kemudian diturunkan 20 persen dari 100 persen yang dikirim.
"Seharusnya dibalik. Daerahnya dapat 80 persen, pusatnya dapat 20 persen. Sehingga nanti rasa keadilan itu bisa memperkuat rasa kesatuan," tuturnya.
Bagi Patrice, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut angka pembagian anggaran. Melainkan berkaitan dengan hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.
"Jadi NKRI itu bisa terus bertahan dan kuat kalau keadilan itu dirasakan oleh daerah," ujarnya.
Terlebih, Kaltim menjadi salah satu daerah yang memiliki alasan kuat untuk mendapatkan perhatian dalam persoalan tersebut.
Sebagai daerah dengan potensi sumber daya alam besar, pembangunan Kalimantan Timur harus mencerminkan besarnya kontribusi daerah terhadap perekonomian nasional.
"Kalau misalnya Kalimantan Timur maju itulah wajah Indonesia di daerah. Tapi kalau daerahnya tertatih-tatih, jalannya hancur, kondisi infrastrukturnya jauh dari harapan, kondisi pendidikan juga jauh dari harapan, ketidakadilan itu yang dirasakan oleh daerah," pungkasnya.
Tag Berita