Kegiatan Partai

Profesionalisme Penyelenggaraan Pemilu tentukan Kualitas Demokrasi

Berpihak kepada daerah

26 September 2026 • Redaksi Hanura

43 pembaca unik artikel 47 total pembacaan 39 pengunjung unik halaman ini

Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Patrice Rio Capella menyoroti kinerja KPU yang belakangan ini disorot publik. Salah satunya terkait keputusan KPU yang berujung pada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bandar Lampung, 25/09/2026

Rio menyadari kinerja KPU tidak terlepas dari kesalahan dan kelalaian. Karenanya, menurut Rio, diperlukan pengawasan yang lebih kuat terhadap penyelenggara Pemilu untuk memastikan pesta demokrasi berjalan sesuai aturan.

"KPU itu isinya juga manusia biasa. Tidak lepas dari kealpaan dan kesalahan yang mengakibatkan terjadi hiruk-pikuk, keributan, ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi seperti soal ijazah dan sebagainya," kata Rio usai menghadiri Rapat dan Konsolidasi Tim Task Force DPP Hanura se-Provinsi Lampung, Jumat (25/9/2026).

Menurut dia, selain KPU, Bawaslu dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), perlu ada mekanisme yang memastikan kerja-kerja penyelenggara diawasi secara efektif.

"DKPP selaku pengawas penyelenggara Pemilu jangan cuma memberikan peringatan, men-score, atau paling berat memecat Komisioner KPU ketika melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak," ujarnya.

Kewenangan DKPP, tambah Rio, sebaiknya diperluas. DKPP perlu memiliki kewenangan untuk meneruskan dugaan pelanggaran penyelenggara Pemilu kepada aparat penegak hukum.

"Kalau memang diduga ada pelanggaran pidana di situ, ada gratifikasi di situ, yang mengakibatkan terjadi huru-hara dan sebagainya, maka DKPP bisa membawa itu ke ranah pidana, dan meneruskan itu ke pihak penegak hukum," tegas Rio.

Rio meminta penguatan kelembagaan penyelenggara Pemilu segera dibahas dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu. "Karena Rancangan Undang-Undang Pemilu sedang disusun, sebaiknya tidak hanya mengurusi soal PT (Parliamentary Threshold) saja, mengurusi soal sistem Pemilu saja, proporsional tertutup atau terbuka," sebut ia.

Ketua Tim Task Force DPP Hanura itu menegaskan, kualitas demokrasi juga sangat ditentukan oleh profesionalitas penyelenggara Pemilu. Karena itu, pembenahan KPU, Bawaslu dan DKPP perlu mendapat perhatian dalam penyusunan regulasi Pemilu mendatang.

"Jadi jangan ribut soal PT saja. Penyelenggaranya nggak benar, tapi kualitas demokrasi juga tidak seperti yang kita inginkan," pungkasnya.

Galeri Foto

Bagikan

Berita Lainnya

Liputan lain terkait Hanura.

Hanura Targetkan Aceh Satu Kursi DPR RI dan 4 Kursi DPRA
05 Okt 2026 Redaksi Hanura 78 pembaca unik

Hanura Targetkan Aceh Satu Kursi DPR RI dan 4 Kursi DPRA

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menargetkan seluruh struktur kepengurusan partai di Provinsi Aceh, mulai dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC), rampung 100 persen pada akhir Oktober 2026.

Bagikan

Tekan tombol untuk memutar Mars Hanura.