Kegiatan Partai

Profesionalisme Penyelenggaraan Pemilu tentukan Kualitas Demokrasi

Berpihak kepada daerah

26 September 2026 • Redaksi Hanura

5 pembaca unik artikel 6 total pembacaan 1 pengunjung unik halaman ini
Profesionalisme Penyelenggaraan Pemilu tentukan Kualitas Demokrasi

Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Patrice Rio Capella menyoroti kinerja KPU yang belakangan ini disorot publik. Salah satunya terkait keputusan KPU yang berujung pada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bandar Lampung, 25/09/2026

Rio menyadari kinerja KPU tidak terlepas dari kesalahan dan kelalaian. Karenanya, menurut Rio, diperlukan pengawasan yang lebih kuat terhadap penyelenggara Pemilu untuk memastikan pesta demokrasi berjalan sesuai aturan.

"KPU itu isinya juga manusia biasa. Tidak lepas dari kealpaan dan kesalahan yang mengakibatkan terjadi hiruk-pikuk, keributan, ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi seperti soal ijazah dan sebagainya," kata Rio usai menghadiri Rapat dan Konsolidasi Tim Task Force DPP Hanura se-Provinsi Lampung, Jumat (25/9/2026).

Menurut dia, selain KPU, Bawaslu dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), perlu ada mekanisme yang memastikan kerja-kerja penyelenggara diawasi secara efektif.

"DKPP selaku pengawas penyelenggara Pemilu jangan cuma memberikan peringatan, men-score, atau paling berat memecat Komisioner KPU ketika melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak," ujarnya.

Kewenangan DKPP, tambah Rio, sebaiknya diperluas. DKPP perlu memiliki kewenangan untuk meneruskan dugaan pelanggaran penyelenggara Pemilu kepada aparat penegak hukum.

"Kalau memang diduga ada pelanggaran pidana di situ, ada gratifikasi di situ, yang mengakibatkan terjadi huru-hara dan sebagainya, maka DKPP bisa membawa itu ke ranah pidana, dan meneruskan itu ke pihak penegak hukum," tegas Rio.

Rio meminta penguatan kelembagaan penyelenggara Pemilu segera dibahas dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu. "Karena Rancangan Undang-Undang Pemilu sedang disusun, sebaiknya tidak hanya mengurusi soal PT (Parliamentary Threshold) saja, mengurusi soal sistem Pemilu saja, proporsional tertutup atau terbuka," sebut ia.

Ketua Tim Task Force DPP Hanura itu menegaskan, kualitas demokrasi juga sangat ditentukan oleh profesionalitas penyelenggara Pemilu. Karena itu, pembenahan KPU, Bawaslu dan DKPP perlu mendapat perhatian dalam penyusunan regulasi Pemilu mendatang.

"Jadi jangan ribut soal PT saja. Penyelenggaranya nggak benar, tapi kualitas demokrasi juga tidak seperti yang kita inginkan," pungkasnya.

Galeri Foto

Profesionalisme Penyelenggaraan Pemilu tentukan Kualitas Demokrasi Profesionalisme Penyelenggaraan Pemilu tentukan Kualitas Demokrasi Profesionalisme Penyelenggaraan Pemilu tentukan Kualitas Demokrasi
Bagikan

Berita Lainnya

Liputan lain terkait Hanura.

Tim Task Force Bakar Semangat Kader, Hanura Incar Kursi Gubernur Sumbar
25 Sep 2026 Redaksi Hanura 9 pembaca unik

Tim Task Force Bakar Semangat Kader, Hanura Incar Kursi Gubernur Sumbar

Partai Hanura mengincar posisi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) pada pemilu mendatang. Untuk mencapai target tersebut, partai Hanura menggelar konsolidasi task force se-Sumatera Barat, Rabu (23/9/2026) di Hotel Mercure Padang. Dalam kegiatan tersebut, semangat kader dibakar agar bisa meraih hasil terbaik pada pemilu mendatang.

Bagikan

Tekan tombol untuk memutar Mars Hanura.