Partai Hanura mengincar posisi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) pada pemilu mendatang. Untuk mencapai target tersebut, partai Hanura menggelar konsolidasi task force se-Sumatera Barat, Rabu (23/9/2026) di Hotel Mercure Padang. Dalam kegiatan tersebut, semangat kader dibakar agar bisa meraih hasil terbaik pada pemilu mendatang.
Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella meminta seluruh kader mempersiapkan diri dalam menghadapi kontestasi politik mendatang. Rio mengatakan persiapan yang dilakukan sejak dini bertujuan untuk mengantisipasi perubahan sistem Pemilu dan Pilkada.Rio menjelaskan, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) memisahkan waktu Pileg DPR RI dan Pileg DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota. Pileg DPR RI berbarengan dengan Pilpres. Sedangkan Pileg DPRD digelar bersamaan dengan Pilkada, yakni dua tahun atau paling lama dua tahun enam bulan setelah Pileg DPR RI dan Pilpres.
“Kita akan lihat bagaimana sistemnya di 2031 itu. Karena ini kan Undang-Undang Pilkada pasti berubah. Undang-Undang Pemilu juga berubah,” kata Rio usai menghadiri Rapat dan Konsolidasi Tim Task Force Partai Hanura se-Sumatera Barat di Hotel Mercure, Padang, Rabu (23/9/2026).
Meski aturan teknisnya masih menunggu perubahan, Hanura telah menentukan arah kebijakan internal. Partai pimpinan Oesman Sapta Odang itu akan memberikan prioritas kepada kader yang memiliki potensi untuk maju dalam Pilkada.
“Yang pasti adalah Hanura akan lebih mendahulukan kader yang punya potensi untuk maju Pilkada,” tegas Rio.
Rio meminta kader yang memiliki keinginan maju sebagai kepala daerah pada 2031 mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. Menurutnya, kesiapan seorang calon tidak bisa dibangun secara instan menjelang pemilihan.
“Kemenangan itu tidak bisa dilakukan dalam satu malam. Dia mesti dijahit dari hari ini sehingga nanti dia bisa matang betul untuk maju di 2031,” seru Rio.
Sementara untuk pencalegan, Hanura tetap menggunakan survei sebagai dasar menentukan strategi. Survei internal akan dilakukan pada pertengahan 2027 untuk mengukur elektabilitas dan tingkat pengenalan masyarakat terhadap partai.
Hasil survei kemudian akan dipetakan berdasarkan daerah pemilihan (dapil). Dari pemetaan itu, Hanura akan menentukan dapil yang dinilai memiliki potensi untuk menghasilkan kursi.
“Kita akan melakukan survei pada 2027 pertengahan ini untuk melakukan survei internal soal elektabilitas dan awareness partainya. Kemudian kita breakdown ke dapil,” jelas Wakil Ketua Umum Hanura itu.
Menurut dia, strategi tersebut juga akan diterapkan di Sumatera Barat. Hanura tidak ingin menentukan target kursi hanya berdasarkan perkiraan. “Jadi tidak mungkin kita hanya menebak-nebak. Termasuk di Sumbar akan kita survei,” tegasnya.
Rio bilang, pembenahan organisasi juga menjadi bagian penting dalam menarik kader dan calon legislatif baru. Hal itu termasuk memperbaiki performa Hanura di daerah-daerah yang Pemilu sebelumnya nihil kursi.
“Performa partainya mesti kita perbaiki, supaya para caleg dan para orang baru akan datang masuk ke Hanura,” terang Rio.
Dia mencontohkan sejumlah dapil di Sumatera Barat yang sebelumnya belum menghasilkan kursi bagi Hanura. Kondisi tersebut, diakui Rio, menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi melalui penguatan partai hingga ke daerah.”Kalau kita kerja sama ini, performa organisasinya mesti kita perbaiki,” sebut Rio.
Sementara itu, Ketua DPD Hanura Sumatera Barat, Edi Naswany mengaku konsolidasi struktur partai hingga tingkat kecamatan menjadi modal penting untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Seperti yang kita lakukan hari ini, optimisme itu dibuktikan dengan terbentuknya struktur sampai ke PAC (Pimpinan Anak Cabang). Artinya, suara-suara yang mau dibawa ke DPRD itu berawal dari kecamatan-kecamatan,”katanya.
Menurutnya, seluruh PAC Hanura di Sumatera Barat kini telah terbentuk. “Berarti di situlah mulai optimis untuk memastikan semua target-target partai,” ucapnya.
Edi menegaskan Hanura menargetkan dua kursi DPR RI dari Sumatera Barat. Masing-masing satu kursi dari daerah pemilihan (dapil) Sumbar I dan Sumbar II. Sementara, untuk DPRD Provinsi, Hanura menargetkan tujuh kursi. DPRD Kabupaten dan Kota berjumlah 76 kursi.
“Begitu juga untuk gubernur, wali kota dan bupati dari kader kami. Semua kader merasa optimis, hari ini kami membuktikan bahwa teman-teman sudah sangat bergairah untuk menjadikan Hanura menjadi pemenang di Sumatera Barat ini,” pungkasnya.
Adapun antusiasme kader Hanura Sumatera Barat menghadapi kontestasi politik mendatang mulai terlihat dari geliat konsolidasi hingga tingkat daerah. Penguatan struktur partai juga diwarnai masuknya sejumlah wajah baru yang kini dipercaya memimpin DPC Hanura di sejumlah kabupaten/kota.
Mereka sebelumnya merupakan kader dari partai politik lain. Di antaranya pernah berkiprah di Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Buruh, PSI, NasDem, Gelora, Golkar, dan Garuda.
Bergabungnya para eks kader partai lain tersebut menjadi bagian dari dinamika konsolidasi Hanura di Sumatera Barat. Kehadiran mereka juga mencerminkan upaya partai memperluas basis kader, sekaligus memperkuat organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Irjen Pol (Purn) Marwan Faris, Sekretaris Tim Task Force DPP Hanura, Hanurani Prajanto, Bendahara Tim Task Force Indah Sri Rezeki serta tiga anggota Tim Task Force, Ratna Ester Lumban Tobing, Yossie Indra Pramana, dan Che Stevan Raihan Capella.
Tag Berita